Restorasi Pendidikan Kunci Pembangunan

Oleh : ALI MUKHNI
(Bupati Padangpariaman)

Mari kita jadikan Sumatera Barat sebagai pusat pendidikan berbagai bidang ilmu pengetahuan yang mendukung pembangunan setiap sektor kehidupan, yang memiliki dampak terhadap kemajuan, kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.

Pemikiran ini sangat realistis bila membaca ulang sejarah Minangkabau yang pernah menjadi pusat pendidikan pada Abad XVIII dan awal Abad XIX. Hanya saja, perlu restorasi agar pendidikan yang dihadirkan mampu menjawab dan melampaui tantangan zaman.

Pemikiran di atas bisa diwujudkan dengan memahami, pendidikan adalah wahana perubahan sosial. Sehingga dengan begitu, memberikan sepenuhnya kesempatan pengembangan lembaga-lembaga pendidikan melalui riset-riset berdampak pada hajat hidup masyarakat.

Pemerintah harus mengarahkan terwujudkan program pembangunan yang berorientasi pada kepentingan kemajuan pendidikan masyarakat berlandaskan kepentingan agama, bangsa dan negara. Kemudian, membangun iklim pendidikan yang kompetitif dan bersinergi dengan sektor jasa yang saling berkaitan melalui layanan maksimal terhadap kebutuhan-kebutuhan yang berkesinambungan. Seterusnya, mengembangkan kerja sama berbagai pihak dengan mengoptimalkan kekuatan yang tersedia, dengan teknologi informasi, yang berorientasi kepada kemajuan bersama.

Menjaga Optimisme

Hal di atas beradasarkan analisis terhadap kekuatan dan kesempatan yang dimiliki provinsi Sumatera Barat ke depan. Serta fakta-fakta yang terjadi beberapa waktu terakhir, dimana pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang tidak signifikan dan tidak terlalu mengembirakan. Namun demikian, kita tak boleh kehilangan optimisme!

Memasuki era teknologi informasi yang telah membawa perubahan besar dalam setiap lini kehidupan, diperlukan kepemimpinan yang berani membuat terobosan besar. Disrupsi di berbagai bidang kehidupan atas kehadiran teknologi informasi itu mesti dihadapi dengan kesiapan mental, sistem dan aparatur yang memiliki kesadaran atas kenyataan baru.

Khususnya Sumbar, dengan penduduk + 5 juta jiwa, Sumber Daya Alam (SDA) yang terbatas, membutuhkan kreativitas oleh seorang pemimpin. Kekuatan Sumbar ada pada Sumber Daya Manusia (SDM) yang menjadi modal utama, didukung sektor pariwisata, pertanian dan perkebunan. Kunci kemajuan itu adalah pemimpin berani dan mau mengambil resiko. Contoh, negara kecil, Singapura yang mengoptimalkan potensi daerah dengan mengandalkan SDM.

Baca Juga:  Gagal Paham Soal Cadar

Pemimpin yang visioner akan berani mengambil tantangan untuk sebuah kemajuan melalui terobosan yang inovatif dan kreatif untuk percepatan pembangunan dengan prioritas bidang infrastruktur, pendidikan, pertanian, perikanan, perdagangan, pariwisata, ekonomi rakyat dan pembangunan berkelanjutan. Berdasarkan pengalaman kami memimpin di Padang Pariaman, kami yakin peluang percepatan pembangunan di Sumbar sangat realistis untuk diwujudkan.

Pembangunan infrastuktur perhubungan yang lebih merata dan strategis untuk mempercepat kelancaran geliat ekonomi antar kabupaten/kota dan antara sentra produksi dan sentra distribusi.

Pembangunan SDM yang bertaqwa, berkeahlian dan berdaya saing. Peningkatan mutu pendidikan agar Sumbar kembali menjadi pusat pendidikan di luar pulau Jawa. Percepatan pembangunan SDM sejalan dengan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan yang berdaya saing tinggi. Beberapa lembaga pendidikan berskala nasional dan internasional hadir di Padangpariaman. Di antaranya MAN Insan Cendikia, sekolah milik Kementerian Agama RI., yang hanya terdapat 6 sekolah di Indonesia, salah satunya terdapat di Padangpariaman.

Kemudian Politeknik Pelayaran Sumatera barat yang dulu bernama Balai Pendidikan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Tiram. Sekolah dengan luas 45 hektar ini merupakan sekolah pelayaran paling unggul di Indonesia yang berskala internasional.

Tarok City

Terbaru di Padangpariaman saat ini, tengah membangun sebuah visi besar untuk dunia pendidikan Sumatera Barat yakni kawasan pendidikan terpadu Tarok City yang berlokasi strategis di Kayu Tanam. Tarok City sumbangan Padangpariaman untuk melahirkan generasi emas Indonesia.

Kawasan Tarok City memiliki tanah seluas hampir 700 hektar. Beberapa perguruan tinggi negeri sudah memastikan diri akan membangun kampus mereka di Tarok City, seperti Institute Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang, Politeknik Negeri Padang, Universitas Negeri Padang (UNP), Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, Lembaga Administrasi Negara (LAN) dan Universitas Nahdatul Ulama (UNU) Sumbar.

Bila rampung, tentu saja akan menjadi lanskap baru pendidikan di Indonesia. Keberadaaan Tarok City mendapat apresiasi dari pemerintah pusat, dijadikan sebagai salah satu pembangunan strategis nasional.

Baca Juga:  Kharisma Irjen Fakhrizal "Sang Harimau Agam" Tak Akan Pudar

Pendidikan di Sumbar harus mengacu pada pembangunan sosial yang berlandaskan kekhasan nilai budaya Minangkabau, adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah guna mengukuhkan masyarakat Sumbar yang bermarwah dan bermartabat.

Hal ini juga mendukung peningkatan produksi pertanian, perikanan dan kelautan dan ekonomi hutan non-kayu yang dikuatkan dengan pengembangan industri pasca panen melalui riset dan ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh lembaga pendidikan.

Pendidikan sebagai pusat restorasi juga diarahkan percepatan pembangunan pariwisata dengan keragaman dan keunggulan masing masing kabupaten/kota. Apalagi pembangunan ekonomi kreatif dan digital, terutama dengan mengoptimalkan bonus demografi penduduk usia muda/milenial. Singkat kata, pendidikan adalah wahana perubahan di berbagai sektor tanpa kesadaran penuh terhadap pendidikan, kemajuan akan sulit digapai.

Kepemimpinan

Pemimpin daerah di tingkat provinsi harus mampu bekerja sama dengan berbagai pihak, memastikan kehadiran pemprov dalam fungsi koordinasi kerjasama antar kabupaten kota maupun sebagai jembatan dengan pemerintah pusat, serta optimal mengusahakan dukungan, termasuk dukungan teknis hingga dukungan anggaran untuk percepatan pembangunan daerah.

Demikian juga fungsi pengawasan dan pembinaan pembangunan yang rutin dan cepat tanggap dilakukan langsung oleh gubernur ke lapangan. Sebagaimana yang sudah biasa dilakukan saat memimpin Kabupaten Padang Pariaman.

Sebagai pemimpin daerah tingkat provinsi, harus diselenggarkaan dengan kepemimpinan Saiyo Sakato dengan para pihak, terutama rakyat yang akan menjadi pemanfaat utama pembangunan.

Kepemimpinan adalah seni yang membutuhkan proses panjang dan tidak bisa tiba-tiba. Pengalaman menunjukkan, dilandasi dengan filosofi kehidupan kita, pemimpin itu didahulukan selangkah, ditinggikan seranting, maka praktik kepemimpinan yang sukses itu, praktik kepemimpinan yang amanah, tegas dan partisipatif.

Pemimpin yang baik mampu membangun keseimbangan dalam manajemen pemerintahan demi terwujudnya kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. Melalui restorasi pendidikan, Sumbar menjadi kekuatan baru dan terbarukan. Sebab, “DNA pembangunan” kita tetaplah ada pada Sumber Daya Manusia (SDM), sedangkan Sumber Daya Alam (SDA) sebagai pendukung. Keduanya harus bersinergi dengan melakukan restorasi. *)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *