Rhenald Kasali Bapak Penggerak Generasi Milenial

 

Oleh: Dinda Febriyani  (Mahasiswa Sastra Inggris, Universitas Andalas)

Prof. Rhenald Kasali Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia membangun Yayasan Rumah Perubahan yang ditujukan untuk generasi muda yang tertarik dalam pelatihan dan konsultasi manajemen perubahan.

Lebih lanjut Rhenald menekankan bahwa Rumah Perubahan bukanlah lembaga sosial, tetapi social enterprise. Ketertarikannya untuk menggerakkan kawula muda, menjadikan Rumah Perubahan salah satu dari inovasi yang ia kembangkan.

Menurut pandangannya, keberuntungan sebenarnya adalah Ketika kesempatan bertemu dengan persiapan. Dari pendapat beliau ini dapat dipahami betapa pentingnya Latihan yang secara berkala dan tidak kenal menyerah untuk mereka yang ingin terjun kedalam suatu bidang yang ingin di dalami.
Pria kelahiran 13 Agustus 1960 ini juga seorang penulis beberapa buku yang cukup terkenal satu diantaranya yaitu berjudul Change yang terbit 2009. Ia memfokuskan bukunya untuk menginspirasi para pembaca untuk bergerak dan mempunyai life planning.
Selain aktif menjadi seorang dosen dan penulis , Pak Rhenald juga aktif mengisi beberapa seminar yang diadakan di berbagai kota maupun di Universitas Indonesia sendiri. Tutur dua mahasiswa Universitas Indonesia Siddiq dan Titi yang pernah mengikuti seminar yang mengusung tema perubahan mereka menuturkan bahwa “pak rhenald selalu menggagas para generasi muda untuk terus berinovasi dan kompeten di bidang yang digeluti”.
Berkat kisah hidup dan pengalaman Rhenald dengan segudang prestasi baik akademik maupun non-akademik tersebut banyak orang terinspirasi menjadikan beliau topik dari artikel ataupun novel mereka,salah satunya penulis terkenal yaitu J.S Khairen.
Pada salah satu buku karangan penulis J.S. Khairen yaitu “ 30 Paspor” ia membahas para mahasiswa yang pernah di ajar oleh bapak Rhenald Kasali . Dibuku tersebut menceritakan perjalanan melancong ke luar negeri dengan negara tujuan yang belom pernah mereka kunjungi. Dalam hal ini, merupakan cara pak Rhenaldi mengajarkan mahasiswanya untuk berani tersesat dan keluar dari zona nyaman. “Buku ini yang membuat saya mengenal bapak rhenald” ucap Lailatuz Zahra mahasiswa prodi PGSD Universitas Negeri Padang.
Bepergian ke tempat baru, dengan informasi, uang, waktu dan pengetahuan terbatas sebenarnya bisa mengubah nasib dan cara pandang kita. Pada mata kuliah Pemasaran Internasional yang diajar oleh Rhenald Kasali setiap tahunnya, beliau memberi tantangan tersebut pada mahasiswanya. Setiap awal semester, di pertemuan pertama ia langsung menugaskan mereka untuk mengurus paspor. Seminggu setelah paspor sudah dibuat, mereka sudah harus membuat rencana kunjungan ke luar negeri dengan syarat satu negara hanya boleh dikunjungi oleh salah satu orang.
Dalam hal ini, Rhenald mengajarkan mahasiswanya untuk memiliki kemampuan self driving. Ia mengatakan bahwa mahasiswa atau remaja sesungguhnya sudah memiliki kemampuan untuk men-drive diri atau self mereka masing-masing, yang membuat mereka mampu mencari dan menemukan “pintu keluar” dari kesulitan yang mereka hadapi sehari-hari. Rania salah satu mahasiswanya menuturkan “pak rhenald membuat kita tersesat dan mengajarkan kita untuk berpikir cepat untuk mengambil keputusan”.
Selain aktif sebagai seorang penulis handal, Rhenald Kasali juga menggunakan sosial medianya untuk menyampaikan inovasi dan pandangannya pada topik hangat yang sedang beredar dikalangan kawula muda. Dalam salah satu video pada kanal youtubenya, Prof.Rhenald mengutarakan beberapa kata-kata racun yang sebaiknya tidak digunakan oleh kaum muda. Salah satunya adalah cuan, menurutnya tak baik jika suatu bangsa terlalu membicarakan uang. Akibatnya, masyarakat akan melupakan pondasi utama yakni Pendidikan. Ujarnya, “sebaik-baiknya manusia adalah jika bermanfaat untuk orang lain”, sebuah nasihat yang dapat dijadikan ‘pondasi’ tambahan untuk kita semua selain tentunya yaitu Pendidikan yang menjadi Pilar utama suatu bangsa.
“Saya sering melihat video bapak rhenald di youtubenya,sangat jelas padat dan menginspirasi,” ujar Laras Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia Universitas Andalas.
Melangsir dari salah satu buku yang ditulis oleh Prof.Rhenald, menuliskan bahwa kita semua tengah menghadapi persoalan yang hampir sama yaitu terbelenggu oleh pola-pola pikir lama yang menyebabkan kita sulit menerima fakta-fakta dan cara-cara baru. Sedangkan perubahan telah terjadi dengan cepat yang tidak hanya membunuh tapi membuat kita terhenyak. Suatu peradaban baru yang menuntut manusia mengubah pola pikirnya, a discruption mindset.
Poin penting dalam pandangan Rhenald Kasali ialah menuntut anak muda untuk mandiri dan berpikir mengarah ke masa depan. Mengurangi hal-hal yang kurang bermanfaat dan tidak bernilai dalam keseharian dan juga menuntut kita untuk disiplin pada suatu hal yang kita tuju.***