Rumah Sakit di Kota Bukittinggi Minta Penangguhan Penahanan Dokter Ortopedi ke Majelis Hakim

Suasana Sidang di PN Bukittinggi. (foto.dok)

BUKITTINGGI, mimbarsumbar.id Dengan bergulirnya proses kasus dugaan poligami menikah siri
oknum Dokter spesialis Ortopedi E (52) (spesialis bedah tulang) sekarang sudah memasuki sidang kedua di Pengadilan Negeri Bukittinggi, dengan ditahannya Dokter E di Lapas kelas II Bukittinggi otomatis pelayanan di Rumah-rumah sakit di Kota Bukittinggi terganggu.

Beberapa rumah sakit di Kota Bukittinggi terpaksa tidak bisa melayani pasien Ortopedi. Atas pertimbangan kemanusiaan, Beberapa rumah sakit minta penangguhan penahanan kepada majelis hakim di Pengadilan Negeri Bukittinggi dimana Dokter E disidangkan, Selasa, 11/04/2023

Ditemui diruang kerja, dr. Vera di dampingi humas RSAM Bukittinggi “Saat ini, kita sangat membutuhkan Dokter Ortopedi (spesialis bedah tulang) mengingat sebentar lagi Lebaran, biasanya setiap Lebaran angka kecelakaan meningkat, khususnya patah tulang,” kata Vera

“Atas pertimbangan kemanusiaan kami pihak Rumah Sakit minta kepada majelis Hakim, permohonan penangguhan penahanan terhadap Dokter ortopedi itu,” kata Vera

Kepada Febi Humas RS Islam Ibnu Sina Bukittinggi mimbarsumbar.id menanyakan melalu pesan singkat WA, apakah pihak RS Yarsi minta penangguhan penahanan Dokter E “iya pak” jawab Febi.

Sebelumnya, dalam proses penyidikan di Polresta Bukittinggi pihak rumah sakit juga minta penangguhan penahanan kepolisian dan dikabulkan oleh Kapolresta Bukittinggi sehingga Dokter E bisa melayani pasiennya kembali dirumah rumah sakit dia berdinas.

Ditemui di Kantor Pengadilan Negeri Bukittinggi, Kepala Pengadilan Supardi,SH Membenarkan ada surat masuk. RS Madina, RS Yarsi dan dari PH yang bersangkutan juga Penjamin, dengan alasan kemanusiaan karena dokter Ortopedi sangat dibutukan untuk penanganan yang berkaitan dengan kecelakaan patah tulang.

“Terkait surat masuk itu majelis masih bermusyawarah,” jawabnya. (ms/jamil)