Sampai Kapan Kursi Wawako Padang Dibiarkan Berdebu..?

Padang, Mimbar — Sejak Hendri Septa naik tahta menjadi Walikota Padang, sejak itu pula kursi Wakil Walikota (Wawako) Padang kosong dan tak berpenghuni. Hingga hari ini, sudah hampir empat bulan kursi BA 2 A itu tak diduduki dan dipastikan sudah mulai berdebu..

Terus, kapan dan siapa yang akab menduduki?. Kabarnya dua Parpol pengusung sudah menyiapkan calon mengisi kursi kosong itu, PKS mengantongi nama Ust Mul dan PAN H Ekos Albar atau Amril Amin.

Padahal secara ketentuan tidak ada alasan untuk memperlambat pengisian kursi kosong dengan mekanisme pemilihan lewat DPRD Kota Padang.

Masyarakat Padang soal kursi kosong pun menjadi palamak ngopi pagi mereka, bahkan mereka menilai ada upaya membiarkan kursi Wawako kosong melompong hingga periode jabatan habis, atau Wako Padang ingin single fighter mengurus kota.

Baca Juga:  Wakil Ketua DPD RI : Segera Sahkan RUU Daerah Kepulauan

“Hahahaa antah lah, nan jaleh Padang dengan duet kepemimpinan saja sangat lambat majunya, apalagi dengan single pemimpinan. Kalau tak melanggar ayo proses pemilihan Calon Wawako Padang, ” ujar Eka Rahman saat ngopi di sebuah warung kopi di bilangan Simpangharu Padang.

Wakil Walikota di UU Kepala Daerah punya tugas dan kewenangan yang cukup strategis terutama dalam pengawasan kinerja birokrasi.

“Kondisi Padang di masa pandemi ini bisa disebut panceklik, tentu harus ada kekuatan double dari pemimpin untuk menggenjot agar ekonomi Padang bangkit dan itu butuh wakil walikota yang mampu bersinergis dan berkolaborasi dengan walikota, ” ujar Hendro warga lain.

Baca Juga:  Sosialisasi Empat Pilar MPR, Alirman Sori: Pemuda Harus Jadi Pelopor Perubahan

Ya, kalau begitu apa lagi, proses saja pemilihan di DPRD Padang, siapa yang terpilih maka itulah wakil walikota mendampingi Wako Padang untuk benahi kota.

“Masak Parpol pengusung sudah punya calonnya, kok prosesnya stag dan wajar kalau rakyat bertanya apa kabar kursi kosong Wawako Padang  Apalagi yang ditunggu DPRD, apakah masih nego isi koper??, ” ujar Jendri menimpali dialog pagi sambil menyeruput kopinya. (ms/*/ald)

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.