Sulaiman: Jangan Ada Lagi yang Mengaku Pengurus NU Pasaman Selain yang Disahkan PBNU!

Pasaman, Mimbar — Sekretaris PWNU Sumbar, H. Sulaiman Tanjung menyerahkan SK PCNU Kabupaten Pasaman kepada Ketua Tanfidziyah PCNU Pasaman Asrial Arfandi Hasan, Senen, 5 Oktober 2020 di sekretariat PWNU Sumbar, Jalan Ciliwung No. 10 Padang

Kepada Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasaman yang sudah mendapatkan surat keputusan (SK), Sulaiman berpesan agar  membesarkan NU di Pasaman. “Untuk itu, jangan ada lagi yang mengaku pengurus NU Pasaman, selain yang disahkan PBNU,” tegas Sulaiman.

Turut mendampingi Rais Syuriah PCNU Pasaman Kyai Ahmad Nawawi, Katib Sempuan, A.Ma dan Sekretaris Khoirun Saleh.

Menurut Sulaiman, tugas pertama dari PCNU Pasaman ini adalah melakukan konsolidasi dengan pengurus dan Majelis Wakil Cabang (MWC). MWC yang sudah ada segera dikonsolidasikan. Sedangkan yang tersisa empat kecamatan yang belum terbentuk, segera dibentuk.

Baca Juga:  Martias Koto, Anggota DPRD Pasaman yang Peduli pada Warga Kurang Mampu di Kampungnya

“Pengurus baru diminta terus serukan era baru penangganan Covid-19 dengan mematuhi protocol kesehatan. Hal ini sesuai dengan arahan Ketua Umum PBNU. Karena NU organisasi Islam yang konsen terhadap penangganan Covid-19,” kata Sulaiman yang didampingi Wakil Ketua PWNU Sumbar Azwandi Rahman yang juga Ketua Caretaker PCNU Pasaman sebelumnya.

Sulaiman juga menyampaikan terima kasih kepada Caretaker PCNU Pasaman yang sudah berhasil melaksanakan pembentukan PCNU Pasaman sampai keluar SK dari PBNU bernomor 568/A.II.04.d/10/2020 tertanggal 14 Shafar 1441 H/2 Oktober 2020 tentang pengurus PCNU Pasaman masa khidmat 2020-2025.
“Sekarang Azwandi Rahman dipercaya lagi menjadi Ketua Caretaker PCNU Kabupaten Solok Selatan,” kata Sulaiman Tanjung.

Baca Juga:  Pedagang Pasar Malampah Pasaman Bangga Disapa Cawagub Indra Catri

Ketua Tanfidziyah PCNU Pasaman Asrial Arfandi mengatakan, tugas pertamanya adalah persiapan pelantikan pengurus. Kemudian membenahi organisasi NU Pasaman, termasuk pembentukan lembaga di lingkungan NU dan meningkatkan koordinasi dengan badan otonom dan instansi lain.

“Sedangkan rutinitas yang akan dilakukan adalah mengaktifkan tradisi NU di masing-masing MWC,” kata Asrial. (ms/rls/ald)

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.