Tak Lupakan Sahabat Lama, Anies Baswedan Berkurban di Kamang Hilia Agam

Agam, Mimbar — Walau sudah menjadi orang nomor satu di provinsi yang menjadi ibukota Negara Republik Indonesia, Anies tidak pernah melupakan sahabat dan kampung sahabat lamanya, yang pernah dikunjunginya beberapa tahun lalu.

Memang, dulu Anies Baswedan pernah mampir ke Kamang Hilia, Kabupaten Agam sebelum jadi Gubernur DKI.

Bahkan the first man provinsi yang menjadi ibu kota negara itu pernah tidur di rumah sang sahabat, pasnya di jorong Pintu Koto Kamang Hilia. di rumah Jhon, sang sahabatnya itu, juga rumah atau kampung dari Sekretaris DPP IKA Unand, Prof Reny Mayerni.

“Di Kamang Hilia itu semuanya ada AC, ya AC alam, dingin dan sejuk. Beda di Jakarta yang AC mungkin dalam ruang saja,” ujar  Anies Baswedan kepada sejumlah media dari Padang hampir satu tahun lalu menceritakan kenangannya di Kamang Hilia.

Baca Juga:  Bersihkan Jalan Usaha Tani, Masyarakat Jorong Sutijo Lakukan Gotong Royong

Kini, Anies Baswedan pun mengirim sapi kurbannya ke Pintu Koto Kamang Hilia. Sapi kurban dari Gubernur DKI Jakarta itu seberat 800 kilogram dibantai Sabtu ini.
Sapi qurban Anies Baswedan di Pintu Koto Kamang Hilia mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.

“Tidak menyangka kami kalau ada sapi dari pak Anies, bisa sampai ke sini, Allhamdulillah berkah dan terima kasih pak Anies,” ujar beberapa warga yang menyaksikan prosesi penyembelihan sapi kurban Anies Baswedan, Sabtu (1/8).

Ketua DPRD Agam Novi Irwan yang hadir langsung menyaksikan proses pembantaian hewan kurban dari Gubernur DKI Jakarta juga mengucapkan terima kasih.

Baca Juga:  Hadiri HUT IKMR ke-50, Indra Catri: Seni Budaya Minang Tetap Lestari di Perantauan

“Allhamdulillah di tengah kesibukan pak Anies mengurus Jakarta, masih mengingat nagari kami Kamang Hilia, sapinya besar pak, sangat membantu warga di Kamang untuk mencicipi daging di hari raya Idul Adha ini, apalagi kondisi krisis dampak covid masih terasa dan menurunkan jumlah hewan kurban tahun ini di Agam maupun di Sumbar,” ujar Novi.

Darah segar pun muncrat dari leher sapi kurban milik Anies Baswedan ketika penjegal melaksanakan penyembelihan diiringi suara takbir, tahmid dan tahlil membuat suasana Idul Adha di Pintu Koto Kamang Hilia lain dari biasanya. “Masya Allah, Allhamdulillah,” ujar seorang warga yang cukup berumur di tengah prosesi itu tadi pagi. (ms/rls/ald)

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.