Tinjau RSUP M. Djamil, Penjabat Gubernur Sumbar Disuntik Vaksin

PADANG, MIMBAR — Penjabat Gubernur Sumatera Barat Dr. Hamdani, MM., M.Si., AK meninjau tenaga kesehatan (Nakes) dalam penanganan Covid-19 di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. M. Djamil Padang, Jumat (19/2/2021).

Kedatangan Pj Gubernur Sumbar RSUP M. Djamil dalam rangka memonitoring Nakes Covid-19, didampingi Kadinkes Provinsi Arry Yuswandi, Kepala Badan Kesbangpol Nazwir dan beberapa pejabat rumah sakit M. Djamil Padang.

Selain meninjau, Pj Gubernur Sumbar juga mendapatkan suntikan vaksin yang langsung disuntikan oleh Dirut RSUP M. Djamil. Ini dilakukan agar masyarakat Sumbar tidak perlu ragu, bahwa vaksinasi ini halal dan aman.

“Kita akan tuntaskan vaksinasi bagi tenaga kesehatan dan kita siap untuk pelaksaannya pada awal Maret bagi ASN, TNI dan Polri yang ikut menangani Covid-19 ini, hingga tuntas,” ucap Hamdani.

Baca Juga:  Arab Saudi Hentikan Sementara Ibadah Umroh Bagi Jemaah Luar Negeri

Pj Gubernur Sumbar menjelaskan pada akhir Februari ini vaksin akan datang dan awal bulan Maret segera dilakukan vaksinasi kepada masyarakat. Untuk itu Hamdani telah berkoordinasi dengan Kapolda dan Danrem bersama-sama mensukseskan vaksinasi di Sumbar.

“Saya telah berkoodinasi dengan Kapolda dan Danrem mulai dari pengamanannya, bahkan pihak dari Korem 032/Wirabraja mempersiapkan anggotanya untuk dilatih dalam penyuntikan vaksinasi ini,” kata Hamdani.

Vaksinasi merupakan bagian penting dalam upaya penanggulangan Covid-19. Vaksin Covid-19 yang disediakan oleh pemerintah pusat sudah lolos uji klinis, mendapatkan izin penggunaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan, serta mendapatkan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia.

“Tidak perlu lagi ada keraguaan dari masyarakat, saya saja barusan di vaksin. Vaksin ini halal, vaksin ini aman, oleh karenanya mari kita melakukan gerakan vaksinasi agar COVID-19 cepat selesai,” ungkapnya.

Baca Juga:  Wagub Nasrul Abit Ikut Lakukan Cek Thermo Gun Penumpang di BIM

Dalam pengadaan vaksin di Sumbar akan ada penambahan, karena selain tenaga kesehatan vaksin juga berlaku bagi penunjangnya, seperti tenaga administrasi, sopir, pembantu yang melayani pasien yang ada di rumah sakit.

“Cakupan itu yang bertambah, diperkirakan tambahannya ada 2.800. Untuk saya minta Kadis Kesehatan segera membuat Surat untuk Kementerian Kesehatan ada penambahan, nanti saya tanda tangani,” tegasnya.

Untuk tempat dan waktu vaksinasi bagi pelayan publik akan dikoordinasikan dengan Dinas kesehatan. Ia berharap tahun 2021 ini, seluruh tenaga kesehatan di Indonesia sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 secara merata. (ms/rls/ald)

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.