Tokoh Nasional Dukung Ide Mulyadi Bangun Museum Pers di Sumbar

Banjarmasin, Mimbar — Gagasan Anggota DPR RI Ir. H. Mulyadi membangun Museum Pers Indonesia di Sumbar menjadi pembicaraan sejumlah tokoh di sela-sela rangkaian HPN 2020 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (9/2).

“Bagus,” kata Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat Ilham Bintang singkat ketika disebutkan ada gagasan membangun Museum Pers Indonesia di Sumbar.

“Selama ini museum pers kita ada di Solo,” tambah Ilham Bintang, sumando Minang, yang juga pemilik portal dan Program TV Cek dan Ricek ini.

Sambutan positif juga disampaikan Djunaeidi Tjunti Agus, pendiri portal berita mimbarrakyat.com. Kata Djunaeidi, membangun museum pers adalah ide yang bagus. Apalagi banyak tokoh pers memang berasal dari Minang, seperti Djamaluddin Adinegoro dan Rosihan Anwar.

Karena itu, Djunaedi Tjunti Agus sangat mendukung pembangunan Museum Pers Indonesia di Sumbar. “Di dunia kewartawanan orang Minang paling menonjol,” kata mantan wartawan senior Harian Suara Karya ini.

Tokoh yang paling riang atas ide membangun museum pers ini adalah Pemimpin Redaksi Harian Singgalang Khairul Jasmi. “Sudah benar itu. Sudah di baris makan pahat tu,” kata Khairul Jasmi di Hotel Aston, Banjarmasin, Minggu (9/2) petang.

Kata Khairul Jasmi yang juga Komisaris Semen Padang ini, tidak perlu Museum Pers ini besar. “Ada dulu, Museum Pers Indonesia ini penting bagi Sumbar. Saya yakin Pak Mulyadi bisa mewujudkannya,” kata Khairul Jasmi, yang juga alumni sejarah di UNP Padang.

Dalam momentum Hari Pers Nasional 2020, Anggota DPR RI asal Sumbar Ir. H. Mulyadi melontarkan gagasan, bahwa sudah saatnya di Sumatera Barat digagas pembangunan Museum Pers Indonesia. Sehingga jejak sejarah pers yang luar biasa di Sumbar, termasuk tentang tokoh-tokohnya, dapat diketahui oleh generasi sekarang dan generasi yang akan datang.

Menurut Ir. H. Mulyadi, gagasan pendirian Museum Pers Indonesia ini di Sumbar tidak berlebihan. Sebab dari daerah ini lahir tokoh-tokoh pers nasional, sebut saja Djamaluddin Adinegoro, Muchtar Loebis, Roehana Kuddus, PK Oyong, Ani Idroes, Rosihan Anwar, Ed Zoelverdi dan Karni Ilyas serta banyak lagi yang lain. Dari generasi yang sesudahnya ada nama Marthias Pandoe, Kasoema, Kamardi Rais, Nasrul Sidik, Sukmajaya, Zuiyen Rais, Basril Djabar dan lainnya. Kini pun ada wartawan Sumbar generasi baru yang reputasi karyanya menembus nasional.

Melalui Museum Pers Indonesia itu, kata Ir. H. Mulyadi, nanti akan dapat dikumpulkan seluruh karya-karya tokoh pers itu berupa terbitan surat kabar, majalah, rekaman video, karya buku, karya foto dan riwayat hidup tokoh pers, barang barang peninggalan tokoh pers dapat dikumpulkan seperti mesin ketik, tustel, mesin cetak foto, mesin cetak koran pertama, sepeda yang digunakan, mungkin juga satya lencana, tas, topi dan penghargaan yang diterima tokoh wartawan itu. Barang-barang tersebut bisa diperoleh dari masyarakat, perusahaan pers dan keluarga tokoh-tokoh pers itu sendiri.

“Saya betul-betul menginginkan terwujudnya Museum Pers Indonesia di Sumbar. Bukan untuk mencari popularitas bagi saya. Ini adalah apresiasi kita bersama terhadap perjuangan dan peran wartawan atau tokoh pers kepada bangsa. Makanya, jika saya diamanahkan masyarakat menjadi Gubernur Sumbar nanti, ini Insya Allah akan saya wujudkan segera,” kata Ir. H. Mulyadi, yang disebut sebut sebagai calon kuat Gubernur Sumbar mendatang, pengganti Irwan Prayitno. (ms/rls/ald)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *