UIN IB Terima Bantuan Dua Unit Mobil dari PT. Bank Mega Syari’ah

Komisaris Utama Bank Mega (M. Nuh) dan Rektor UIN IB, Dr. Eka Putra Wirman, LC, MA., dalam acara penandatanganan MoU. foto.dok.humas

PADANG, MI*MBAR — UIN Imam Bonjol Padang menerima bantuan dua unit mobil (Innova dan Avanza) operasional dari PT. Bank Mega Syari’ah yang diserahkan langsung oleh Komisaris Utama PT. Bank Mega Syari’ah Prof. Dr. Ir. Muhammad Nuh, DEA kepada Rektor UIN IB Dr. Eka Putra Wirman, MA. Penyerahan dua kendaraan tersebut dilakukan seusai penandatangan MoU antara kedua pihak di Gedung Rektorat Kampus II Jl. Prof. Mahmud Yunus Lubuk Lintah, Selasa, 16/04/19.

Rektor UIN IB Dr. Eka Putra Wirman dalam sambutannya  penandatanganan nota kesepahaman menyatakan rasa syukur dan terimakasih civitas akademika UIN Imam Bonjol atas kesediaan Komisaris Utama PT Bank Mega Syari’ah Prof. Dr. Muhammad Nuh, DEA yang berkenan datang menyaksikan prosesi penandatangan nota kesepahaman antara dua lembaga. Biasanya hal ini hanya dihadiri oleh Rektor dari pihak perguruan tinggi dan kemudian Direktur dari OJK. Kemudian juga atas bantuan dua kendaraan operasional yang memang sangat dibutuhkan. Saat ini UIN Imam Bonjol masih kekurangan kendaraan operasional, anggaran yang tersedia masih belum sesuai dengan kebutuhan, apalagi keinginan.  Sementara upaya membangun dasar-dasar yang kuat untuk bisa berakselerasi mewujudkan visi menjadi Universitas yang kompetitif di Asean pada tahun 2037 tentu membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

Baca Juga:  UNP Gandeng UPSI Malaysia Perluas Program Kolaborasi

Eka yang akrab dipanggil EWP berharap kerjasama UIN Imam Bonjol dengan Pt. Bank Mega Syari’ah akan memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak yang berlangsung lama. UIN IB sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam tentu akan memperbanyak hubungan kerjasama dengan lembaga-lembaga yang bernuansa syari’ah. Tidak hanya sebatas produk jasa keuangan dan bea sisiwa yang ditawarkan oleh PT. Bank Mega Syari’ah, tetapi juga mungkin dalam hal akademik. Seperti tempat magang bagi mahasiswa UIN IB, sebab UIN IB memiliki prodi Perbankan Syarri’ah dan Ekonomi Syari’ah. Demikian juga peluang bagi alumni kedua prodi tersebut untuk berkaris di lembaga OJK tersebut.

Komisaris Utama PT. Bank Mega Syari’ah Prof. Dr. Muhammad Nuh, DEA yang pernah menjadi Menteri Pendidikan, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata dalam sambutannya dengan gaya yang kharismatik dan tuturan yang tertata menyampaikanmengapa PT Bank Mega Syari’ah melirik perguruan tinggi, terutama PTKIN menjadi mitranya. Pertama PT atau PTKIN diisi oleh mahasiswa yang sebahagian besarnya adalah muslim, sehingga memudahkan dalam menjalin hubungan emosional untuk bertransaksi dalam aturan-aturan yang sesuai dengan ajaran Islam. Kedua mahasiswa tersebut sekitar 5 sampai 7 dan 10 tahun ke depan dipastikan akan memiliki pendhasilan tetap. Tentunya dalam kehidupan sehari-hari mereka membutuhkan OJK dalam aktifitas transaksi keuangan mereka. Mereka adalah “aset” yang tidak boleh tidak harus dirangkul oleh OJK yang bernuansa syari’ah.

Baca Juga:  Surfa Yondri: Politeknik Negeri Padang Prioritaskan Pengabdian Masyarakat di Sekitar Kampus

Fokus pada visi misi UIN Imam Bonjol, Muhammad Nuh memandang bahwa produk yang paling mahal itu orang dalam pengertian manusia, bukan barang atau hal lainnya. Manusia yang dimaksud adalah yang memiliki tiga keunggulan. Pertama yang unggul dalam pemikiran, atau ilmu pengetahuan. Sebagaimana dipahami bahwa ilmu dalam pandangan Islam adalah hal yang penting, bahkan dalamn satu sisi ditinggikan derjatnya bersama orang-orang beriman. Kedua manusia yang unggul dalam keterampilan, yang cekatan dalam bekerja. Ketiga adalah manusia yang unggul dalam hal etik. Bila ketiga hal penting ini mampu ditanamkan oleh UIN Imam Bonjol pada mahasiswa sebagai peserta didiknya, maka UIN IB akan melampaui visi misi yang sudah ditetapkan.

Hadir dalam acara penandatanganan MoU tersebut para wakil Rektor Dra. Hetti Waluati Triana, P.Hd, Dr. Firdaus, M.Ag dan Dr. Iklhwan, SH. M.Ag, kemudian Kabiro AUPK Drs. Bustari, MM, Kabiro AAKK Dra. Kafrina, M.Si, para dekan di lingkungan UIN Imam Bonjol, Sekretaris Senat Prof. Syafruddin Nurdin, M.Pd., para Kabag. dan ketua lembaga serta kepala pusat di lingkungan UIN Imam Bonjol.(E13).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *